4.1.
SELEKSI SISTEM
Seleksi
sistem adalah tahap untuk memilih perangkat keras dan perangkat lunak yang
digunakan pada sistem informasi.
1.
PENYEDIA TEKNOLOGI
a.
Pabrik Perangkat Keras: Perusahaan
yang memproduksi perangkat keras sendiri. Contoh: IBM Corporation
b.
Pabrik Perangkat Lunak: Perusahaan
yang memproduksi perangkat lunak sendiri dapat berupa perangkat lunak sistem
atau perangkat lunak paket aplikasi. Contoh: Microsoft Corporation.
c.
OEM Singkatan dari Original
Equipment Manufacturer. OEM adalah penjual yang membeli dari perusahaan lain
dengan volume besar kemudian menambah nilai-nilai gunanya dan menjual kembali
secara eceran.
d.
Kontraktor Program Mandiri
(Independent Program Contractor): Orang yang akan menuliskan program komputer
sesuai dengan pesanan. Berfungsi sebagai programmer diluar perusahaan pemakai
program.
e.
Biro Jasa (Service Bureaus):
Perusahaan jasa yang menyediakan jasa pengolahan data untuk beberapa perusahaan
langganannya.
f.
Dealer: Penyedia jasa dan produk
yang biasanya hanya menawarkan satu macam merk tertentu saja.
g.
Toko Komputer.
2.
LANGKAH- LANGKAH MENYELEKSI &
MEMILIH SISTEM
Langkah-langkah dalam menyeleksi dan
memilih sistem dapat dilakukan oleh pemilih sistem sebagai berikut:
a.
Memilih penyedia teknologi.
b.
Meminta proposal dari penjual.
Proposal ini nantinya akan digunakan sebagai suatu dasar penilaian untuk
penyedia teknologi yang paling tepat.
c.
Menyaring penjual. Hanya proposal
yang memenuhi syarat saja yang akan dievaluasi, untuk menentukan penjual mana
yang memenuhi syarat.
d.
Mengevaluasi penjual yang lolos
saringan. Proposal yang telah lolos saringan lebih lanjut perlu dibandingkan
satu dengan yang lainnya dan diranking untuk menentukan penjual mana yang
direkomendasi.
e.
Membuat kontrak. Setelah semua
proposal yang memenuhi syarat telah dievaluasi dan telah didapatkan rankingnya
untuk tiap-tiap proposal, maka rekomendasi perlu diberikan kepada manajemen.
Setelah manajemen memutuskan penjual mana yang menjadi pemenang maka kontrak
pengadaan perangkat keras/perangkat lunak perlu dibuat. Tujuan kontrak adalah
untuk membuktikan siapa yang bersalah jika terjadi perselisihan dikemudian hari
dan tindakan apa saja yang harus dilakukan.
4.2.
IMPLEMETASI SISTEM
Implementasi Sistem
adalah tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan.
Langkah-langkah pada tahap implementasi
sistem:
1.
MENETAPKAN RENCANA IMPLEMENTASI
Menetapkan Rencana
Implementasi adalah untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama tahap
sistem diterapkan pada suatu organisasi.
2.
MELAKUKAN KEGIATAN IMPLEMENTASI
Ada lima kegiatan yang dilakukan pada
langkah ini yaitu:
a.
Pemilihan & Pelatihan Personil
Personil-personil yang terlibat di dalam
sistem informasi adalah:
1)
Tugas-tugas Input-Output Data:
Personil-personil yang terlibat dalam menangani pemasukan data dan distribusi
dari output.
2)
Tugas-tugas Operasi:
Personil-personil yang menangani jalannya operasi pengolahan data yang tidak
terlibat secara langsung dengan tugas I/O.
3)
Tugas-tugas Pemrograman:
Personil-personil yang menulis program-program komputer.
4)
Tugas-tugas Analis Sistem:
Personil-personil yang akan mengembangkan sistem.
Pelatihan Karyawan, dapat dilakukan
dengan:
1)
Pelatihan (Training): Personil
yang masuk dalam kategori ini adalah personil-personil yang akan mengoperasikan
sistem yaitu mereka yang terlibat dalam tugas mempersiapkan input, memproses
data, mengoperasikan sistem, merawat & menjaga sistem.
2)
Pendidikan (Education):
Personil-personil yang masuk dalam kategori ini adalah mereka yang membutukan
& menggunakan sistem misalnya salesman, akuntan dll.
Pendidikan ini lebih ditekankan pada
bagaimana kerja dari sistem dan bagaimana cara mengoperasikan sistem.
b.
Pemilihan Tempat & Instalasi
Perangkat Keras dan Lunak
Sistem komputer yang
besar membutuhkan tempat dengan lingkungan yang lebih harus diperhitungkan.
Persiapan fisik ini meliputi: AC untuk mengatur temperatur ruangan,
penerangan-penerangan yang cukup, pendeteksi kebakaran, penyedia alat
telekomunikasi dll. Langkah selanjutnya adalah menginstalasi perangkat keras
& lunak.
c.
Pemrograman & Pengetesan
Program
Pemrograman adalah kegiatan
menulis kode program yang akan diproses oleh komputer. Setelah programmer
selesai membuat program yang sesuai dengan desain sistem yang telah dibuat oleh
Sistem Analis dan sebelum program diterapkan, maka program harus bebas terlebih
dahulu dari kesalahan-kesalahan. Oleh sebab itu, program harus ditest untuk
menemukan kesalahan-kesalahan.
d.
Pengetesan Siste.
Kegiatan ini dilakukan
untuk memeriksa kekompakan antar komponen sistem yang diimplementasikan.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa elemen-elemen dari sistem telah
berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
e.
Konversi Sistem
Merupakan proses untuk
meletakkan sistem baru supaya siap mulai untuk dapat digunakan.
3.
TINDAK LANJUT IMPLEMENTASI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar