Jumat, 17 Juni 2016

BAB VIII : KONSEP DASAR SISTEM DAN INFORMASI





kONseP DaSAr sIStEm & iNForMAsI

1.      Konsep Dasar Sistem

a. Karakteristik Sistem
1. Komponen (Componen)
2. Batas sistem (Boundary)
3. Lingkungan luar sistem (Environment)
4. Penghubung (Interface)
5. Masukan (Input)
6. Pengolah (Processor)
7. Keluaran (Output)
8. Tujuan (Goal)

b. Klasifikasi Sistem
1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
a.  Sistem Abstrak : Berupa pemikiran/ide-ide (gagasan) yang tidak tampak secara fisik. Contoh : SistemTeologi
b. Sistem Fisik       : Sistem yang ada secara fisik.
                                 Contoh : Sistem Komputer, S. Transportasi, S. Pernafasan
2. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia
a. Sistem Alamiah  : Terjadi melalui proses alam tidak dibuat oleh manusia
                                 Contoh : Perputaran Bumi
b. Buatan Manusia : Sistem yang dirancang oleh manusia, dan ada interaksi antara manusia dengan mesin. Contoh : Sistem Komputer.
3. Sistem Tertentu dan Sistem Tidak Tertentu  (Deterministik dan Probabilistik)
a. S. Tertentu         : Sistem yang beroperasi dan interaksi antara bagian2nya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem ini dapat diprediksikan dengan pasti
b. S. T. Tentu         : Sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. Cth; Sistemmanusia
4. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
a. S. Tertutup         : Sistem yang tidak berhubungan dan tidak berpengaruh dengan lingkungan lainnya
b. S. Terbuka          : Sistem yang berhubungan dan berpengaruh dengan lingkungan luar.

2.      Konsep Dasar Informasi

Informasi :    Data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerima informasi
Kualitas Informasi
Ditentukanoleh 3 faktor:
1.          Informasi harus akurat, yaitu informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan
2.          Informasi harus tepat waktu, yaitu informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat
3.          Informasi harus relevan, yaitu informasi harus berguna bagi penerimanya.


BAB VII : PENGEMBANGAN PROGRAM TERSTRUKTUR



PENGEMBANGAN PROGRAM TERSTRUKTUR

Langkah-langkah di dalam pengembangan program terstruktur:
1)   Mendefinisikan masalah
Masalah perlu didefinisikan  dan diketahui dengan pasti/persis, supaya program yang dikembangkan dapat menghasilkan informasi sesuai dengan program yang dibutuhkan.

2)   Memilih bahasa pemrograman
Pemilihan bahasa pemrograman ini tergantung dari permasalahannya dan penguasaan bahasa pemrograman yang dikuasai oleh programmer

3)   Merancang program
Di dalam merancang suatu program terstruktur dapat digunakan beberapa alat bantu:
a.   Bagan terstruktur :      menunjukkan bagaimana tiap-tiap modulus program berhubungan satu dengan yang lain.
b.   Flowchart                  :       simbol-simbol dalam membuat logika program.

4)      Pemrograman

5)      Pengetesan dan pelacakan kesalahan program
Sebelum program diterapkan, maka program harus bebas terlebih dulu dari kesalahan. Oleh sebab itu program harus di test untuk menemukan kesalahan2 yang mungkin terjadi.
Penyebab kesalahan program:
1. Kesalahan Bahasa/kesalahan penulisan/kesalahan tata bahasa
Kesalahan didalam penulisan program yang tidak sesuai dengan apa yang sudah ditentukan. Kesalahan ini mudah ditemukan dan diperbaiki, karena compiler akan memberitahukan letak dan sebab kesalahan sewaktu program dikompilasi/dijalankan.
2. Kesalahan sewaktu proses
Kesalahan yang terjadi sewaktu program dijalankan yang menyebabkan proses program berhenti sebelum selesai pada saatnya, dimana kompiler menemukan kondisi2 yang belum terpenuhi yang tidak bisa dikerjakan
3. Kesalahan logika
Kesalahan dari logika program yang dibuat. Kesalahan ini sulit ditemukan karena tidak ada pemberitahuan mengenai kesalahannya dan tetap akan didapatkan hasil proses program tsb, namun hasilnya salah.
         
6)    Membuat dokumentasi program
Adalah catatan mengenai program yang telah dibuat/dirancang.
1. Keterangan Penjelasan
Berisi keterangan2 tertulis mengenai program
2. Cetakan dari program sumber (Source Program Listing)
Mencetak instruksi2 program agar dapat memperbaiki kembali bila ada yang memanipulasi
3. Manual operasi penggunaan program
Memberikan petunjuk bagaimana menggunakan program yang sudah dibuat

Jumat, 10 Juni 2016

BAB VI : TEKNIK PENGOLAHAN DATA DAN KOMUNIKASI



tEknIK pENGoLAhaN dATa daN kOMunIKaSI dAtA

  A.     TeknikPengolahan Data
Teknik pengolahan data terdiri dari:
1.    Batch Processing System.
Data sebelum dimasukkan dikelompokkan terlebih dahulu berdasarkan jenisnya lalu dibaca satu persatu dan disimpan pada sebuah tape. Sesudah CPU selesai pada 1 program/data, maka program yang berikutnya akan diambil dari tape tersebut. Oleh sebab itu sistem antri maka diberi nama Batch Processing System.

Batch system adalah dimana job-job yang mirip dikumpulkan dan dijalankan secara kelompok kemudian setelah kelompok yang dijalankan tadi selesai maka secara otomatis kelompok lain dijalankan. jadi dengan kata lain adalah teknologi proses komputer dari generasi ke-2. yang jika suatu tugas sedang dikerjakan pada 1 rangkaian, akan di eksekusi secara berurutan. Pada komputer generasi ke-2 sistem komputer nya maasih blum dilengkapi oleh sebuah sistem operasi. But, dalan beberapa fungsi sistem operasi, seperti os yang tengah berkembang pada jaman sekarang ini. Contohnya adlah FMS ( Fortarn Monitoring System ) dan IBSYS.
                                                                                         
Jadi bisa disimpulkan, bahwa komputer generasi ke-2 ini merupakan generasi pertama Sistem Operasi. Contoh sebuah Batch System adalah sebuah e-mail dan transaksi batch processing. Dalam suatu sistem batch processing, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, dilakukan validasi tertentu, dan ditambahkan ke transaction file yang berisi transaksi lain, dan kemudian dientri ke dalam sistem secara periodik. Di waktu kemudian, selama siklus pengolahan berikutnya, transaction file dapat divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk meng-up date master file yang berkaitan. Ada 2 cara dalam Batch System yaitu :
1. Resident Monitor
 a. Operator bertugas mengatur urutan job
 b. Job-job yg sama cukup dicetak sekali saja, cara inilah yg disebut “Batch system”
Teknik pengurutan job secara manual begini akan menyebabkan tingginya waktu

menganggur CPU. Muncul teknik pengurutan job otomatis yg mampu mentransfer   secara otomatis dari suatu proses ke proses lainnya.Program kecil dan bersifat residen dimemori serta berisi urutan2 job yg akan berpindah secara otomatis, inilah “Resident Monitor”
2. Overlap Operasi antara I/O dg CPU
·       Off line Processing, data yg dibaca dari card reader disimpan dulu dalam tape driver sebelum dibawa ke CPU, demikian pula informasi yg mau dicetak, disimpan dulu di tape 
·       Spooling  adalah suatu program dapat dikerjakan walaupun I/O masih mengerjakan  proses lainnya dan disk secara bersamaan menggunakan data untuk banyak proses. Pengertian multi programming adalah kegiatan menjalankan beberapa program pada memori pada satu waktu.

2.    Multi Programming
Menjalankan lebih dari satu program pada waktu yang bersamaan Misal program A menjalankan operasi input/output, proses CPU diambil alih oleh program B. Sementara program A dan B mengerjakan input/output, program C diproses. Sesudah program A,B,C selesai diproses, masukkan program berikutnya(D). Langkah-langkah ini diatur oleh bagian dari operating sistem yang dinamakan “Supervisor”. 

Multi programming system adalah dimana job-job disimpan di main memory di waktu yang sama dan CPU dipergunakan bergantian. Hal ini membutuhkan beberapa kemampuan tambahan yaitu : Penyediaan I/O routine oleh sistem, Pengaturan memori untuk mengalokasikan memory pada beberapa Job, penjadwalan CPU untuk memilih job mana yang akan dijalankan, serta pengalokasian hardware lain.

Multiprogramming berarti meletakkan lebih dari sebuah program di main memory. Cara ini dilakukan dengan membagi main memory menjadi beberapa partisi. Tiap partisi akan menyimpan sebuah program. Foreground partitions akan berisi program dengan prioritas yang lebih tinggi sedang background partitions akan berisi program dengan prioritas yang lebih rendah.

Meskipun setiap proses merupakan Entitiy yang berdiri sendiri, dan masing-masing memiliki program Counter dan status internal, beberapa proses sering kali harus berinteraksi dengan proses yang lain. Keluaran dari suatu proses dapat menjadi masukan bagi proses yang lain. Jika proses yang sedang menunggu masukan tidak menemukan masukan yang dikehendaki, proses tersebut diblok sampai masukan tersedia.

Pada saat proses diblok, secara logika proses tersebut tidak dapat dilanjutkan karena menuggu masukan yang belum tersedia. Dapat terjadi bahwa proses yang Ready dan dapat di-run terpaksa harus dihentikan karena sistem operasi arus mengalokasikan CPU ke proses lain untuk sementara waktu.

Proses dapat berada pada status berikut:
1.  Submitt: Proses baru saja dikirimkan oleh user dan masih menunggu untuk dilayani.
2.  Running: Proses benar-benar menggunakan CPU pada saat itu.
3.  Ready: Proses berhenti sementara untuk memberikan kesempatan pada proses lain untuk
     menggunakan CPU.
4. Blocked: Proses tidak dapat di-Run sampai terjadi kejadian eksternal yang sesuai (misalkan selesainya operasi input/output atau telah tersedianya data input).
5. Finished: Proses telah dilaksanakan secara sempurna.

Di antara status Running, Ready dan Blocked, hanya terdapat 4 kemungkinan perubahan status, yaitu:
1. Running ke Blocked: Terjadi jika proses diblok, karena menunggu masukan atau menunggu selesainya aktivitas I/O.
2.  Running ke Ready: Terjadi jika Process Scheduler menghentikan proses yang sedang running untuk memberikan kesempatan pada proses lain menggunakan CPU.
3.  Blocked ke Ready: Terjadi jika ada kejadian eksternal yang menyebabkan proses dapat dijalankan kembali. Misalnya datangnya input atau selesainya suatu aktifitas I/O.
4.  Ready ke Running: Terjadi jika proses siap untuk menggunakan CPU dan masukan yang sesuai untuk proses tersebut telah tiba.

3.    Time Sharing System
Memakai cara terminal. Dimana misalkan ada 21 terminal yang dihubungkan pada sebuah CPU. Pemakai pada terminal pertama (program 1) sedang memproses input/output (tidak menggunakan CPU), program 2 dapat memakai CPU. Lalu program 1 dikeluarkan dari memori dan program 3 dari terminal 3 dimasukkan. Proses tersebut dilakukan berulang-ulang dalam waktu beberapa detik, iniartinya TSS memakai sistem “selang-seling”.
Fungsi TS Supervisor   :  memberikan waktu pada program yang sedang diproses  oleh  CPU.
Fungsi Transfer Monitor :  mengawasi jalannya (transfer) informasike terminal disk.

Time-sharing adalah metode dimana banyak pengguna dapat melakukan processing dalam satu komputer. Christopher Strachy pada tahun 1959 telah memberikan ide mengenai pembagian waktu yang dilakukan oleh CPU. Baru pada tahun 1961, pertama kali sistem yang benar-benar berbentuk time sharing system dilakukan di MIT (Massachusetts Institute of Technology) dan diberi nama CTSS (Compatible Time Sharing System) yang bisa melayani sebanyak 8 pemakai dengan menggunakan omputer IBM 7090. Pada TSS tiap-tiap User dilayani oleh komputer dengan bergiliran dalam waktu yang sangat cepat. Sehingga tiap pemakai komputer tidak merasa bahwa komputer melayani beberapa pemakai sekaligus secara bergiliran.

Contoh penggunaan Time Sharing System:
Salah satu penggunaan time sharing system ini dapat dilihat dalam pemakaian suatu teller terminal pada suatu bank. Bilamana seorang nasabah datang ke bank tersebut untuk menyimpan uang atau mengambil uang, maka buku tabungannya ditempatkan pada terminal. Dan oleh operator pada terminal tersebut dicatat melalui papan ketik (keyboard), kemudian data tersebut dikirim secara langsung ke pusat komputer, memprosesnya, menghitung jumlah uang seperti yang dikehendaki, dan mencetaknya pada buku tabungan tersebut untuk transaksi yang baru saja dilakukan. 

4. Computer Network
Pengguna dari satu pusat komputer bisa menerima/mengirim informasi dari/kepada pusat komputer lainnya.

5.    Real Time System
Real time system adalah suatu sistem yang mengharuskan suatu komputasi selesai dalam jangka waktu tertentu. Jika komputasi ternyata belum selesai maka sistem dianggap gagal dalam melakukan tugasnya.

Arsitektur Real-time System
Arsitektur sistem real-time merupakan suatu blog diagram yang mengambarkan interkoneksi antar sistem yang ada pada real-time. Secara garis besar dibedakan menjadi dua, yaitu bagian statistik dan algoritma. Pada bagian algoritma terdapat sejumlan n algoritma. Semakin kompleks suatu program, maka akan semakin banyak punya algoritma yang bisa digunakan untuk menyelesaikan program tersebut.

Pada bagian masukan terdapat saklar selector yang digunakan untuk memilih input mana yang akan dieksekusi menggunakan algoritma 1 – n, tergantung dari keinginan kita atau tingkat komplektifitas program. Agar bisa diperoleh konsep real-time, maka ditambahkan suatu kontrol /pencatat kapan program mulai start dan kapan program tersebut harus berhenti dengan menghasilkan nilai dan waktu sesuai dengan kesepakatan batas waktu (deadline).
Suatu hasil dikatakan tepat waktu :        
-       Yang meminta hasil memberitahu, hasilnya harus diserahkan sesuai dengan waktu yang telah disepakati / ditentukan. Misalnya seorang dosen memberikian ulangan kepada sejumlah mahasiswa dan memberikan waktu pengerjaan selama 1 jam. Apabila waktu pengerjaan telah mencapai 1 jam, maka seluruh pekerjaan yang diberikan tadi harus segera dukumpulkan.
-       Bisa memberikan jawaban setiap kali diminta.
-       Harus bisa memberikan jawaban yang dapat memuaskan penanya dan jawabannya harus akurat.
-       Selalu siap sedia kapanpun peminta memerintahkan dan kapan harus diberikan oleh sistem serta dapat menjawab pada setiap saat 

  B.  Komunikasi Data
Terbagi menjadi :
1.  Data Collection
Di mana data dikumpulkan dari kantor cabang. Data Collection adalah proses pengumpulan dan pengukuran informasi pada variabel yang ditargetkan dalam cara yang sistematis didirikan, yang kemudian memungkinkan seseorang untuk menjawab pertanyaan yang relevan dan mengevaluasi hasil. Komponen pengumpulan data penelitian adalah umum untuk semua bidang studi termasuk fisik dan ilmu sosial, humaniora dan bisnis. Sementara metode bervariasi dengan disiplin, penekanan pada memastikan koleksi akurat dan jujur ​​tetap sama. Tujuannya agar semua pengumpulan data adalah untuk menangkap bukti kualitas yang kemudian diterjemahkan menjadi analisis data yang kaya dan memungkinkan pembangunan sebuah jawaban yang meyakinkan dan kredibel untuk pertanyaan yang telah diajukan.
2.   Data Processing
       Di mana data diproses oleh CPU pada kantor pusat. adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan. Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis. Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif jika dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi. Kedua istilah ini mempunyai arti yang hampir sama, pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil pengolahan), sedangkan sistem informasi memakai data sebagai bahan masukan dan menghasilkan informasi sebagai produk keluaran.
3.   Data Distribution
       Di mana data disebarkan/dibagikan.

Terdiri dari 3 teknik :
i.         Off-Line System
ii.       On-Line System
iii.     Real-Time System

Alat-alat yang diperlukan untuk Komunikasi Data :
1.    Input/output Devices
         Untuk mengirim/menerima data; tape, disk, card
2.    Communication Line
         Fasilitas telekomunikasi; telephone, telex
3.    Modem (Modulator Demodulator)                        
Pengubah signal digital menjadi analog dan sebaliknya, lalu mengirimkannya melalui jalur komunikasi untuk hubungan antar lokasi satu dengan lokasi lainnya

BAB IV SELEKSI DAN IMPLEMETASI SISTEM

4.1.        SELEKSI SISTEM Seleksi sistem adalah tahap untuk memilih perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada sistem info...