Rabu, 28 Desember 2016

BAB VII DESAIN SISTEM SECARA UMUM


DESAIN SISTEM SECARA UMUM



   1.          Tujuan Desain Model Sistem Secara Umum
      a.  Tujuan dari sistem
secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang system yang baru. Desain system secara umum merupakan persiapan dari desain terinci. Desain secara umum mengindentifikasikan komponen-komponen system informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemograman komputer dan ahli teknik yang mengimplementasikan sistem. Arsitek melakukan analisis, karena arsitek mulai membuat sketsa secara garis besar kepada calon pemakai rumah. Sketsa ini hanya dimaksudkan kepada calon pemakai rumah, bukan kepada ahli teknik dan insinyur-insinyur teknik sipil yang akan membangun rumah. Desain terminal yang memuat potongan-potongan gambar dengan ukuran-ukurannya yang terinci akan dibuat setelah desain secara umum ini disetujui oleh calon pemakai rumah.

     b.    Desain Model Secara Umum
Sistem analisis dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk Physical System dan Logical Model. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat yang yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical syste.

      2.         Komponen – komponen Desain Sistem secara Umum
     A.    Desain Model Secara Umum
Sistem analisis dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk Physical System dan Logical Model. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat yang yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical syste. Dan Logical Model dapat digambarkan dengan Data Flow Diagram (DFD).

        B. Physical System

System flowchart dapat didefinisikan sebagai bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.
Simbol dan Notasi Flowchart dipakai sebagai alat Bantu menggambarkan proses di dalam program. Dan dibagi menjadi tiga kelompok :


♦ Flow Direction Symbols ♦ 
Dipakai untuk menggabungkan antara symbol yang satu dengan symbol lainnya.
Symbol Off-line Connector (Simbol untuk keluar/masuk prosedure atau proses dalam lembar/halaman yang lain).
Symbol Connector (Simbol untuk keluar/masuk prosedur atau proses dalam   lembar/halaman yang sama).

♦ Processing symbols ♦
Menunjukkan jenis operasi pengolahan dalam suatu prosedur
 Symbol Process (Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh komputer).
 Symbol Manual Operation (Simbol yang menunjukkan pengolahan yang  tidak dilakukan oleh komputer).
 Symbol Decision (Simbol untuk kondisi yang akan menghasilkan beberapa   kemungkinan jawaban/aksi).
Symbol Predefined Process (Simbol untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage).
 Symbol Terminal (Simbol untuk permulaan atau akhir dari suatu program).
 Symbol Off-line Storage (Simbol yang menunjukkan bahwa data di dalam symbol ini akan disimpan).
 Symbol Manual Input (Simbol untuk pemasukan data secara manual on-line keyboard).
 Symbol Keying Operation (Simbol operasi dengan menggunakan mesin yang mempunyai keyboard).

♦ Input-output symbols ♦
Menyatakan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output. 
Symbol input-output (Symbol yang menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya). 
 Symbol magnetic-tape unit (Symbol yang menyatakan input berasal pita magnetic atau output disimpan ke pita magnetic). 
 Symbol punched card (Symbol yang menyatakan input berasal dari kartu atau output ditulis ke kartu). 
 Symbol disk and on-line storage (Symbol untuk menyatakan input berasal dari disk atau output disimpan ke disk). 
 Symbol display (Symbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer, dan sebagainya). 
 Symbol dokumen (symbol yang menyatakan input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output dicetak ke kertas).

    -    Logical Model
Data Flow Diagram digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika.
DFD berfungsi untuk menggambarkan proses aliran data yang terjadi di dalam sistem dari tingkat yang tertinggi sampai yang terendah, yang memungkinkan kita untuk melakukan dekomposisi, mempartisi atau membagi sistem kedalam bagian-bagian yang lebih kecil dan yang lebih sederhana (Hartono, 1999:684).
Beberapa simbol dalam DFD antara lain:
    1.   External entity (kesatuan luar)
Kesatuan luar merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Kesatuan luar dapat berupa:
      *     Suatu kantor, departemen, atau divisi dalam perusahaan.
*     Orang atau sekolompok orang di organisasi tersebut.
*    Suatu organisasi / orang yang berada di luar organisasi seperti misalnya langganan, pemasok.
*     Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem.
   Simbol: kesatuan luar dapat digambarkan dengan suatu notasi kotak.

 2.      Data flow (arus data)
Arus data mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sebagai berikut:
 *      Formulir atau dokumen yang digunakan di perusahaan.
 *      Laporan tercetak yang dihasilkan oleh sistem.
 *     Masukan untuk komputer.
 *      Data yang dibaca atau direkamkan ke suatu file.
 *       Suatu isian yang dapat dicatat pada buku agenda.
Simbol: Arus data dapat digambarkan dengan suatu panah.
  
3   *      Process (proses)
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau computer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.
Simbol:

4   Data store (simpanan data)
  Simpanan Data (Data Store) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa:
 -   Suatu file atau database di sistem computer.
 -   Suatu arsip atau catatan manual.
  -    Suatu tabel acuan manual.
 -    Suatu agenda atau buku.
Simbol: 

Tingkatan – tingkatan pada DFD adalah sebagai berikut:
      a.  Diagram konteks : Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang menggambarkan hubungan system dengan lingkungannya. 
       b  Diagram level Zero : Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks. Merupakan diagram yang menggambarkan proses-proses utama system dan alur datanya.
c. Diagram level satu : Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level zero.
d. DFD level dua,tiga, … : Diagram ini merupakan dekomposisi dari level sebelumnya.
e. Entity Relationship Diagram : Model Entity Relationship adalah suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship

           Pedoman dalam Menggambarkan Data Flow Diagram Pedoman untuk menggambar DFD adalah sebagai berikut (Jogiyanto, 1990):

            1.Identifikasikan terlebih dahulu semua kesatuan luar yang terlibat di sistem.
2.      Identifikasikan semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar.
3.      Gambarlah terlebih dahulu suatu diagram konteks (context diagram). DFD yang pertama kali    digambar adalah yang level teratas (top level) yang disebut dengan context diagram. Dari context  diagram ini kemudian akan digambar dengan lebih terinci lagi yang disebut dengan overview diagram  (level G). Tiap-tiap proses di overview diagram akan digambar secara lebih terinci lagi dan disebut  dengan level  Tiap-tiap proses di level 1 akan digambar kembali dengan lebih terinci lagi dan disebut  dengan level 2 dan seterusnya sampai tiap-tiap proses tidak dapat digambar lebih terinci lagi.
4.      Gambarlah bagan berjenjang untuk semua proses yang ada di sistem terlebih dahulu. Bagan  berjenjang (hierarchy chart) digunakan untuk mempersiapkan penggambaran DFD ke level-level      lebih bawah lagi.
5.      Gambarlah sketsa DFD untuk overview diagram (level 0) berdasarkan proses di bagan berjenjang.
6.      Gambarlah DAD untuk level-level berikutnya yaitu level 1 dst untuk tiap-tiap proses yang dipecah-pecah sesuai dengan bagan berjenjangnya.
  
2.   Desain Input Secara Umum
    Alat dari input dapat digolongkan kedalam golongan yaitu alat input langsung dan alat input tidak langsung. Proses dari input dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama, yaitu data capture (penangkapan data), data preparation (penyiapan data), dan data entry (pemasukan data). Ada dua tipe input yaitu input internal dan eksternal.

     Langkah-langkah desain input secara umum yaitu :
   1.    Menentukan kebutuhan input dari sistem informasi.
   2.    Menentukan parameter dari desain input tsb.
    Contoh Desain Input secara Umum, yaitu:
     Data Induk Pegawai
       Nomor Induk Pegawai           : 150511024
       Nama Pegawai                      : Erik Brajmusti
       Alamat                                  : Desa Tangkil, Tuparev Cirebon
       Tempat Lahir                        : Cirebon                            
       Tanggal Lahir                        : 10 November 1992
       Pendidikan                            : S1 – Teknik Informatika

   c.    Desain Output Secara Umum 
       Output (keluaran) adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Output dapat berupa hasil dari media keras (seperti misalnya kertas, microfilm) atau hasil di media lunak (berupa tampilan di layar video). Tipe output yaitu output intern yaitu output yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan manajemen. Dan output ekstern adalah output yang didistribusikan kepada pihak luar yang membutuhkannya.
    Bentuk / format dari output dapat berupa keterangan-keterangan (narrative), tabel atau grafik. Yang paling banyak dihasilkan adalah output yang berbentuk tabel.
        
      Langkah-langkah desain output secara umum yaitu:
   1.    Menentukan kebutuhan output dari sistem informasi.
   2.    Menentukan parameter dari desain output tsb.
     Contoh Desain Input secara Umum, yaitu:

      Daftar Pegawai
NIP
NAMA
ALAMAT
150511024
Erik Brajamusti
Ds. Tangkil Tuparev Cirebon
TEMPAT LAHIR
TGL. LAHIR
PENDIDIKAN
Cirebon
  10 November 1992
S1 – Teknik Informatika

   d.    Desain Database Secara Umum
Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu sama lainnya, tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya. Database merupakan salah satu komponen yang penting dari sistem informasi karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya. Sistem basis data adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu organisasi.
    Database dibentuk dari kumpulan file. Sedangkan file dibentuk dari kumpulan Record. Dan record dibentuk dari kumpulan field. Sedangkan field merupakan kumpulan dari  item data. Item data dapat berupa huruf, angka atau simbol – simbol khusus.
      Langkah-langkah desain database secara umum yaitu:
   1.    Menentukan kebutuhan file dari sistem informasi.
   2.    Menentukan parameter dari desain database tsb. : Type File, Organisasi File & key field dari file tsb. Parameter tersebut, meliputi:     Tipe dari file : file induk, file transaksi, file sementara (temporary).      Media dari file : hardisk, disket, pita magnetik, CD.     
    
       ~  Organisasi dari file :  fila sequential, random, berindeks.
       ~  Field kunci dari file.

        
     Analisis sistem dapat menggunakan formulir berikut untuk mengidentifikasi file database yang akan didesain, sebagai beriku: 

       Kebutuhan teknologi perangkat keras (hardware) komputer terdiri atas:
   1.  Alat masukan (media input), adalah alat yang digunakan untuk memasukkan data, bisa berupa    keyboard, scanner, mouse, barcode, dll.
   2. Alat pemroses (media proses), CPU atau prosessor ini merupakan komponen pemrosesan logika dan aritmatika serta mengendalikan komputer. Kecepatan pemrosesan ditentukan oleh kecepatan clock dari control unitnya. Perhitungannya dalam satuan hertz, semakin besar nilainya semakin cepat clocknya. Contoh Intel Core i7 2.93 Ghz artinya kecepatan clock dari control unitnya adalah2.93Ghz.
  3.  Alat keluaran (media output), adalah alat yang digunakan untuk mengeluarkan hasil dari pemrosesan data, bisa berupa monitor, printer, speaker dll.
   4.  Simpanan luar (media simpan), media ini berfungsi untuk menyimpan data secara permanen yang nantinya bisa dibaca kembali, bisa berupa harddisk, flashdisk, CD, DVD dan yang sudah mulai ditinggalkan adalah disket. Satuan kapasitasnya adalah bit atau byte, semakin besar nilainya semakin besar kapasitasnya. Contoh Harddisk 160GB artinya kapasitas penyimpanan harddisk tersebut adalah 160 Gigabyte. 
    Ada beberapa komponen tambahan yang berfungsi untuk menambah performansi dari komputer itu sendiri, seperti LANcard, Wifi untuk perangkat networking dengan satuan bitpersecond (bps), videocard untuk menghasilkan output gambar ke monitor dengan satuan byte.
     
     Kebutuhan teknologi perangkat lunak (software) komputer dapat dikategorikan kedalam tiga bagian yaitu:
   1.  Perangkat lunak sistem operasi, merupakan perangkat lunak sistem dengan fungsi tertentu, misalnya pemeriksaan perangkat keras (hardware troubleshooting), memeriksa disket yang rusak (bukan rusak fisik), mengatur ulang isi harddisk (partisi, defrag), contoh Utilty adalah Norton Utility.
      Saat komputer pertama kali di hidupkan, sistem operasilah yang pertama kali di jalankan, sistem operasi yang mengatur seluruh proses, menterjemahkan masukan, mengatur proses internal, memanejemen penggunaan memori dan memberikan keluaran ke peralatan yang bersesuaian, contoh sistem operasi : DOS, Unix, Windows 95, IMB OS/2, Apple’s System 7.
  2.Perangkat lunak bahasa pemrograman, merupakan perangkat lunak yang bertugas        mengkonversikan    arsitektur dan algoritma yang di rancang manusia ke dalam format yang dapat di jalankan komputer, contoh bahasa pemrograman di antaranya : BASIC, COBOL, Pascal, C++, FORTRAN.
    3. Perangkat lunak  paket aplikasi, perangkat lunak aplikasi merupakan bagian perangkat lunak yang sangat banyak di jumpai dan terus berkembang. Sebelum tahun 1990-an aplikasi yang di kenal yaitu pemroses kata (Word Star, Chi Write), pemroses tabel (Lotus 123, Quatro Pro), database (DBASE), dan hiburan (game). Pada perkembangan pemroses kata, tabel dan database saat ini telah di bundel menjadi aplikasi office dengan tambahan aplikasi untuk pembuatan presentasi yang nanti akan di berikan pada pelatihan ini. Contoh aplikasi office adalah Microsoft Office yang terdiri dari Word(pemroses kata), Excel (pemroses tabel), Access (database), dan PowerPoint (presentasi). Yang berkembang sangat banyak saat ini adalah aplikasi multimedia dan internet. Contoh aplikasi multimedia adalah Winamp untuk memutar musik berformat MP3 atau CD Audio, kemudian RealPlayer yang dapat digunakan untuk menonton film atau VCD. Aplikasi internet yang umum di gunakan adalah untuk browsing, e-mail, chatting dan messenger.
      Aplikasi yang bersifat khusus di antaranya untuk membantu pekerjaan Engineer seperti AutoCAD (gambar struktur), Protel (gambar rangkaian elektronik), dan Matlab (pemroses dan visualisasi persamaan matematis).

Minggu, 04 Desember 2016

BAB V : TEKNIK PENGUMPULAN DATA



TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Soal :
 1. Jelaskan teknik-teknik pengumpulan data yang dapat digunakan dalam penelitian tersebut, teknik manakah yang paling baik digunakan menurut anda? Jelaskan alasannya serta sebutkan apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing teknik pengumpulan data tersebut!
Jawab :
·         Teknik Interview (Wawancara)
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan untuk lebih mendalami responden secara spesifik yang dapat dilakukan dengan tatap muka ataupun komunikasi menggunakan alat bantu komunikasi. Sugiyono (2013:194) mengemukakan wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Dengan penjelasan sebagai berikut :
Wawancara Terstruktur  digunakan teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dalam melakukan wawancara, selain membawa instrument sebagai pedoman untuk wawancara, maka pengumpul data juga dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar.
Wawancara tidak terstruktur, adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.

·         Teknik Observasi
Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai cirri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga pada obyek-obyek alam yang lain. Dari proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi participant observation(observasi berperan serta) dan non participant observation.
a.      Observasi Berperan serta (participant observation), dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.
b.      Observasi Nonpartisipan, kalau dalam observasi partisipan peneliti terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati, maka dalam observasi nonpertisipan peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen.

·         Teknik Questioner
Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

Menurut saya yang paling baik digunakan adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan interview, karena jika kita memilih dengan menggunakan teknik interview, kita bisa menanyakan langsung pertanyaan kepada narasumber jika kita belum memahami mengenai pertanyaan dan bisa menanyakannya lebih rinci lagi, dan jika kita menggunakan teknik interview kita bisa mengetahui sudut pandang dan keakuratan data-datanya, selain itu semuanya mengacu kepada hal-hal konkret yang bersifat fakta.

Kelebihan dan Kekurangan Teknik Wawancara
·         Kelebihan
a.  Flexibility : Pewawancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. Jika dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan “probing”. Demikian pula jika ingin memperoleh informasi tambahan, maka dia dapat mengajukan pertanyaan tambahan, bahkan jika suatu pertanyaan dianggap kurang tepat ditanyakan pada saat itu, maka dia dapat menundanya.
b. Nonverbal Behavior : Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal, misalnya rasa suka, tidak suka atau perilaku lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden.
c. Question Order : Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara baik, sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dengan baik.
d. Respondent alone can answer : Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah ditetapkan.
e.  Greater complexity of questionnaire : Kuesioner umumnya berisi pertanyaan yang mudah dijawab oleh responden. Melalui wawancara, dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail.
f. Completeness : Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan.

·         Kelemahan
a.   Mengadakan wawancara dengan individu satu persatu memerlukan banyak waktu dan tenaga dan juga mungkin biaya.
b.   Interview Bias : Walau dilakukan secara tatap muka, namun kesalahan bertanya dan kesalahan dalam menafsirkan jawaban, masih bisa terjadi. Sering atribut (jenis kelamin, etnik, status sosial, jabatan, usia, pakaian, penampilan fisik, dsb) responden dan juga pewawancara mempengaruhi jawaban.
c.  Keberhasilan wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara dalam melakukan hubungan antar manusia (human relation).
d. Wawancara tidak selalu tepat pada kondisi-kondisi tempat tertentu, misalnya di lokasi-lokasi ribut dan ramai
e. Sangat tergantung pada kesediaan, kemampuan dan keadaan sementara dari subyek wawancara, yang mungkin menghambat ketelitian hasil wawancara.
f.    Jangkauan responden relatif kecil dan memakan waktu lebih lama dari pada angket dan biaya yang relatif yang lebih mahal.

Kelebihan dan Kekurangan Teknik Observasi
·         Kelebihan
a. Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi. Kadang observasi dilakukan untuk mengecek validitas dari data yang telah diperoleh sebelumnya dari individu-individu.
b.  Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk diterangkan.
c. Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain-lain.
d. Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan, dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu.

·         Kekurangan
a.  Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman, sehingga akan melakukan pekerjaannya dengan tidak semestinya.
b. Pekerjaan yang sedang diamati mungkin tidak mewakili suatu tingkat kesulitan pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan atau volume-volume kegiatan tertentu.
c.   Dapat mengganggu proses yang sedang diamati.
d.  Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutup-nutupi kejelekan-kejelekannya.

Kelebihan dan Kekurangan Teknik Questioner
·         Kelebihan
a.  Bila lokasi responden jaraknya cukup jauh, metode pengumpulan data yang paling mudah adalah dengan angket.
b. Pertanyaan-pertanyan yang sudah disiapkan adalah merupakan waktu yang efisien untuk menjangkau responden dalam jumlah banyak.
c. Dengan angket akan memberi kesempatan mudah pada responden untuk mendiskusikan dengan temannya apabila menemui pertanyaan yang sukar dijawab.
d. Dengan angket responden dapat lebih leluasa menjawabnya dimana saja, kapan saja, tanpa terkesan terpaksa.

·         Kelemahan
a. Apabila penelitian membutuhkan reaksi yang sifatnya spontan dengan metode ini adalah kurang tepat.
b.   Metode ini kurang fleksibel, kejadiannya hanya terpancang pada pertanyaan yang ada.
c.  Jawaban yang diberikan oleh responden akan terpengaruh oleh keadaan global dari pertanyaan. Sangat mungkin jawaban yang sudah diberikan di atas secara spontan dapat berubah setelah melihat pertanyaan dilain nomor.
d.  Sulit bagi peneliti untuk mengetahui maksud dari apakag sudah responden sudah terjawab atau belum.
e.  Ada kemungkinan terjadi respons yang salah dari responden. Hal ini terjadi karena kurang kejelasan pertanyaan atau karena keragu-raguan responden menjawab.Hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam teknik quisioner.


  2.  Apa yang dimaksud dengan Interview Guide serta berikan contoh penggunaannya?
Jawab:
Interview Guide merupakan paduan atau pedoman bagi para peneliti yang ingin mengungkap kondisi psikologis subjek melalui cara tanya jawab dengan tujuan tertentu. Oleh karena itu pembuatan interview guide harus benar agar peneliti mendapatkan apa yang menjadi tujuan penelitian.
Contoh pengunaan Interview Guide dalam wawancara menggunakan pertanyaan terbuka dan tidak sepenuhnya berpedoman pada guide yang telah ada, pertanyaan yang akan diajukan tergantung pada konteks jawaban dari interview nantinya, namun masih dalam batasan pertanyaan yang relevan dengan tujuan wawancara.

Waktu Pelaksanaan
Narasumber
Daftar Pertanyaan
Jam : 10.00 WIB
Rabu, 30 November 2016
Satpam
Bagaimana keadaan keamanan yang ada di Kampus 1 UMC?
Jam : 10.00 WIB
Rabu, 30 November 2016
Satpam
Apakah pernah ada yang kehilangan motor atau helm di kampus 1 UMC?
Jam : 09.30 WIB
Kamis, 1 November 2016
Kabiro Akademik
Apakah ada kendala dengan adanya aplikasi SIMAKU di UMC?
Jam : 09.30 WIB
Kamis, 1 November 2016
Kabiro Akademik
Apakah Latar belakang pembuatan aplikasi SIMAKU?
Jam : 09.30 WIB
Kamis, 1 November 2016
Kabiro Akademik
Apakah SIMAKU bermanfaat untuk membantu pekerjaaan dalam menangani mahasiswa?

  3. Dalam melaksanakan teknik observasi kita perlu merencakan hal-hal yang dibutuhkan dalam observasi tersebut dengan konsep 5W + 1H. Jelaskan!
Jawab:
What    : Sistem Informasi apakah yang digunakan dalam Perpustakaan UMC kampus 1?
Where  : Dimanakah lokasi Perpustakaan UMC kampus 1?
When   : Kapan waktu penelitian dilakukan di Perpustakaan UMC kampus 1?
Whom : Obyek penelitian apa yang digunakan oleh Sistem Informasi di Perpustakaan UMC Kampus 1?
How    : Bagaimanakah hasil dari Sistem Informasi yang digunakan oleh Perpustakan UMC kampus1?

  4. Jelaskan bentuk-bentuk daftar pertanyaan serta berikan contohnya masing-masing pada divisi!
a.     EDP (Electronic Data Processing)
b.     Penjualan
c.     HRD (Personalia)
Jawab:
Ada dua macam format dari Questioner, yaitu:
·      Format Bebas : berisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang harus diidi oleh responden ditempat yang sudah disediakan.
·      Format Pasti (check-list questioner, yes/no questioner, choice/opinion questioner).    Format Pasti : berisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah pasti dengan memilih jawaban yang tersedia. Hasil dari daftar pertanyaan tipe ini akan lebih mudah untuk ditabulasi dan diisi oleh responden. Daftar pertanyaan tipe ini mempunyai beberapa bentuk pertanyaan.
1)  Check-off questions             : macam dari pertanyaan-pertanyaan ini dibuat sehingga responden dapat memeriksa (check-off) jawaban-jawaban yang sesuai.
2)  Yes/No questions                  : macam dari pertanyaan-pertanyaan ini memungkinkan responden untuk menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’.
3)  Opinion/Choice questions     : macam dari pertanyaan-pertanyaan ini memungkinkan responden untuk memberikan pendapatnya.

Daftar Pertanyaan Format Bebas (Free Format Questionnaire) Berisi Dengan Pertanyaan-Pertanyaan Yang Harus Disi Oleh Responden Di Tempat Yang Sudah Disediakan.
Elektronik Data Processing
1. Apa Definisi Dari Elektronik Data Processing ?
2. Tahapan Apa Saja Yang Ada Dalam Elektronik Data Processing ?
Penjualan
1. Dimanakah Elektronik Data Processing Biasa Dijual ?
2. Dalam Penjualan Nya Elektronik Data Processing Diperlukan Sebagai Apa ?
HRD
1. Apakah Sudah Banyak Yang Bisa Menggunakan Elektronik Data Processing ?
2. Apakah Penggunaannya Mudah ?
Format Pasti : Berisi Dengan Pertanyaan-Pertanyaan Yang Jawabannya Sudah Pastidengan Memilih Jawaban Tersedia. Hasil Dari Daftar Pertanyaan Tipe Ini Akan Lebih Mudah Untuk Di Tabulasi Dan Di Isi Oleh Responden. Daftar Pertanyaan Tipe Ini Mempunyai Beberapa Bentuk Pertanyaan.
a.   Check-Off  Questions : Macam Dari Pertanyaan-Pertanyaan Ini Dibuat Sehingga Responden Dapat Memeriksa (Check-Off) Jawaban-Jawaban Yang Sesuai.
Elektronik Data Processing
Sistem Program Apakah Yang Terdapat Dalam Elekktronik Data Processing ?
□   Utility System
□   Compilers Dan Assembler
□   Database Management System
□   OS (Operating System)
□   Lainnya
Penjualan
Dalam Penjualan Menggunakan Bentuk Via Pemasaran Lewat Apakah ?
□   Website
□   Bbm
□   Whatsapp
□   Facebook
□   Lainnya
HRD
Siapa Sajakah Yang Bisa Menggunakan Elektronik Data Processing Dalam Suatu Perusahaan ?
□   Direktur
□   Manajemen
□   Karyawan
□   Lainnya

b.     Yes/No Questions : Macam Dari Pertanyaan-Pertanyaan Ini Memungkinkan Responden Untuk Menjawab ‘Ya’ Atau ‘Tidak’.
Elektronik Data Processing
Apakah Dalam Metode Organisasi Dan Pemrosesan Data Pada Elektronik Data Processing Terdapat 2 Cara?
□   Yes
□   No
Penjualan
Apakah Perusahaan Juga Merupakan Sasaran Penjualan Elektronik Data Processing ?
□   Yes
□   No
HRD
Apakah Direktur Boleh Menggunakan Elektronik Data Processing Pada Suatu Perusahaan ?
□   Yes
□   No

c.     Opinion/Choice Questions : Macam Dari Pertanyaan-Pertanyaan Ini Memungkinkan Responden Untuk Memberikan Pendapatnya.
Elektonik Data Processing
Apakah Elektonik Data Processing Dalam Perusahaan Anda Melakukan Audit Secara Teliti ?
□   Sangat Teliti
□   Cukup Teliti
□   Kurang Teliti
Penjualan
Apakah Penjualan Via Facebook Mendapatkan Konsumen Yang Banyak ?
□   Sangat Banyak
□   Cukup Banyak
□   Kurang Banyak
HRD
Bagaimana Tanggapan Para Karyawan Tentang Elektronik Data Processing Dalam Membantu Kinerja Mereka ?
□   Sangat Membantu
□   Cukup Membantu
□   Kurang Membantu

  5. Sebutkan definisi dari desain sistem serta sebutkan sumber referensi yang digunakan, serta jelaskan apa perbedaan antara desain sistem secara umum dan secara khusus?
Jawab:
Arti Desain Sistem, yaitu:
a.      Tahap setelah analisis sistem dari siklus pengembangan sistem
b.      Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk  
c.       Mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem

Desain sistem secara umum merupakan persiapan dari desain terinci. Desain secara umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci di maksudkan untuk pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasi sistem. Tahap desain sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen.Seperti halnya arsitek yang akan membangun rumah tempat tinggal, setelah arsitek selesai melakukan analisis, maka arsitek mulai membuat sketsa secara garis besar kepada calon pemakai rumah.

BAB IV SELEKSI DAN IMPLEMETASI SISTEM

4.1.        SELEKSI SISTEM Seleksi sistem adalah tahap untuk memilih perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada sistem info...